Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Hipnotis; Pengertian dan Manfaatnya

Hipnotis, mungkin sebagian besar dari kita langsung teringat soal seseorang yang bisa menyulap sesuatu menjadi sesuatu yang lain, ilmu hitam atau anda ingat penjahat yang memiliki ilmu gendam untuk mencopet seseorang? Yah begitulah fakta yang berkembang di masyarakat kita. Dunia psikologi tidak hendak membahas gendam apalagi cara mendapatkan uang lewat gendam, Naudzubillah…
Hipnotis

Sejarah

Apa sebenarnya hipnotis? Tidal afdhal rasanya jika belajar sesuatu tanpa membaca sejarahnya. Namun jika anda malas membacanya anda bisa langsung baca sub berikutnya.
Klik Show Untuk Sejarah Hipnotis
Pada kajian ilmu pengetahuan ilmiah, kata yang sering dipakai adalah Hipnosis (Hypnosis) bukan Hipnotis. Hipnosis adalah terminologi yang baru digunakan pada awal 1900an. Sedangkan kata Hipnotisme (Hypnotism) adalah terminologi yang pertama kali diperkenalkan oleh ahli bedah asal Skotlandia, James Braid pada tahun 1841. Braid mendefinisikan term hipnotisme sebagai sebuah cara khusus yang diterapkan pada keadaan subjek (klien), bukan pada teknik yang diterapkan oleh sang terapis. Dengan kata lain hipnotis berfokus pada pengelolalan kondisi subjek (klien) oleh terapis, bukan suatu kemampuan khusus yang dimiliki oleh terapis.
Pada awal kumunculannya, Hipnotis ala Braid banyak terinspirasi oleh meditasi yoga yang dilakukan oleh umat hindu dan mempelajari praktek-praktek spiritual kuno. Braid sendiri menulis buku yang hingga saat ini dijadikan rujukan baik meditasi maupun teknik hipnotis hampir di seluruh dunia, buku yang berjudul Neurypnology (1843). Sub bab yang populer “Magic, Mesmerism, Hypnotism, etc., Historically & Physiologically Considered”, bercerita tentang analogi teknik hipnotis yang dijalankannya dengan meditasi umat hindu. Braid dengan pintar menjelaskan bagaimana teknik meditasi berpengaruh terhadap fisiologi manusia (sebelum psikologi muncul, Braid menggunakan term Fisiologi ;Physiology, yakni ilmu yang mempelajari fungsi dari sistem kehidupan manusia).
Braid menjelaskan bahwa teknik meditasi hindu dan praktek spiritual india kuno ternyata dapat menyembuhkan seseorang yang sakit saat berada di kuil. Meditasi dianggap membawa seseorang ‘tidur secara tenang’. Ketenangan ini kemudian memberikan sugesti dalam menyembuhkan seseorang yang sakit. Teknik ini ternyata juga ditemukan di kebudayaan mesir kuno dan yunani.
Pada perkembangannya James Braid menyederhanakan term Hypnotism (Hipnotis) menjadi Hypnosis (Hipnosis). Hypnosis (Hipnosis) sendiri adalah kata yang diambil dari bahasa yunani yang berarti sleep/tidur. Setelah kematian Braid di tahun 1860, minat terhadap hipnotisme sementara menyusut, dan secara bertahap bergeser dari Inggris ke Perancis, di mana penelitian mulai tumbuh, mencapai puncaknya sekitar tahun 1880-an dengan karya dari Hippolyte Bernheim dan Jean-Martin Charcot.
Memasuki abad ke 20 semakin banyak yang menekuni hipnosis, antara lain Emile Coué, Boris Sidis, Johannes Schultz, Gustav Le Bon, Sigmund Freud, Pavlov, Clark L. Hull, dsb.

Apa itu Hipnotis (Hypnosis)?

Definisi terbaru dari hipnosis, berasal dari kalangan akademisi psikologi, pada tahun 2005, yaitu oleh Society for Psychological Hypnosis, sebuah divisi kerja dari American Psychological Association (APA), yaitu sebagai berikut:
Hipnosis adalah teknik terapi dimana clinicians (ahli psikologi, dokter, dsb) membuat saran/sugesti kepada individu yang telah menjalani prosedur yang dirancang agar santai dan fokus pada pikiran mereka.
Hypnosis melibatkan pengenalan prosedur di mana subjek diberi tahu bahwa saran/sugesti imajinatif yang disajikan. Bila menggunakan hipnosis, satu orang (subjek) dipandu oleh peng-hipnotis (the hypnotist) yang memberikan saran/sugesti degan tujuan perubahan pengalaman subyektif, perubahan persepsi, sensasi, pikiran emosi, atau perilaku. Jika subjek merespon saran/sugesti dari peng-hipnotis (the hypnotist), secara umum disimpulkan bahwa hipnosis telah berhasil.
Meskipun hipnosis menjadi kontroversi dalam ilmu pengetahuan, kebanyakan dokter atau psikologi setuju bahwa hipnosis bisa menjadi teknik terapi yang efektif untuk berbagai kondisi, termasuk gangguan nyeri, gelisah dan suasana hati. Hipnosis juga dapat membantu orang mengubah kebiasaan mereka, seperti berhenti merokok.

Manfaat dan Pengaruh menggunakan Hipnosis

Pengaruh hipnosis dapat bervariasi dari satu orang ke orang yang lain. Beberapa individu yang terhipnotis merasa relaks/relaksasi yang tinggi saat kondisi hipnosis, sementara yang individu yang lain merasakan bahwa tindakan mereka terjadi di luar kesadaran mereka. Namun ada juga individu yang tetap sepenuhnya sadar dan mampu melakukan percakapan pada saat di bawah hipnosis.
Penelitian Ernest Hilgard menunjukkan bagaimana hipnosis dapat digunakan untuk mengubah persepsi individu secara dramatis. Hilgard memerintahkan individu yang terhipnotis untuk tidak merasa sakit/kedinginan pada lengannya saat dicelupkan kedalam air es. Individu yang terhipnotis mampu mencelupkan lengan mereka di air es selama beberapa menit tanpa mengalami rasa sakit/kedinginan. Sementara individu tidak-terhipnotis, menarik lengan mereka dari air es beberapa detik karena merasa kedinginan (Hilgard, E. R., 1986).
Apa saja yang manfaat Hypnosis? Dalam keadaan perang, hipnosis digunakan untuk ‘menghilangkan’ rasa sakit tentara yang hendak diamputasi. Menurut Brendan L. Smith (2011), Hipnosis dapat membuat kondisi yang sangat santai, konsentrasi batin dan perhatian terfokus pada diri pasien. Hipnosis juga dapat disesuaikan dengan metode pengobatan yang berbeda, seperti terapi kognitif-perilaku. Pasien yang dihipnosis juga dapat menjadi lebih berdaya dengan belajar untuk menghipnotis diri (self hypnosis) di rumah untuk mengurangi rasa sakit yang dideranya, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi beberapa gejala seperti depresi dan kecemasan.
Berikut ini adalah beberapa manfaat lain hipnosis yang telah dibuktikan dengan penelitian :
  1. Relaksasi untuk pasien sakit kronis seperti rheumatoid arthritis.
  2. Pengobatan dan pengurangan rasa sakit selama melahirkan.
  3. Pengurangan gejala demensia (kehilangan kemampuan kognitif global).
  4. Hypnotherapy dapat membantu untuk pasien ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder; gangguan perkembangan).
  5. Pengurangan mual dan muntah pada pasien kanker pada saat menjalani chemotherapy.
  6. Mengontrol rasa sakit selama prosedur pengobatan gigi.
  7. Teknik perbantuan yang digunakan dalam pengobatan penyakit kulit, termasuk kutil dan psoriasis.
  8. Pengentasan gejala asosiasi dengan Irritable Bowel Syndrome.
Banyak lagi manfaat dari Hipnosis, seperti terapi merokok. Dalam International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis, Vol. 48, No 2 tahun 2000, Green and Lynn menganalisis 59 studi tentang pengaruh hipnosis dan berhenti merokok. Hipnosis lebih berhasil daripada tidak ada perawatan dan metode konvensional lainnya.

Apakah hipnosis berbahaya? Sama sekali tidak. Hipnosis bukan prosedur yang berbahaya, tetapi komplikasi bisa saja terjadi akibat prosedur yang salah, sehingga menyebabkan kesalahan persepsi pada pihak yang terhipnotis.

Rujukan :
*Hilgard, E. R. 1986. Divided consciousness: Multiple controls in human thought and action. New York: Wiley.
*Brendan L. Smith. 2011. Hypnosis Today. American Psychological Association. Monitor on Psychology. January 2011, Vol 42, No. 1
*http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_hypnosis
*http://en.wikipedia.org/wiki/Hypnosis
*International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis Vol. 48, No 2. 2000. http://ijceh.com/content/view/169/81/

Teori Cinta; 4 Teori yang Menjelaskan tentang Cinta

Cinta adalah emosi dasar manusia, tetapi memahami bagaimana dan mengapa hal itu terjadi bukanlah hal yang mudah. Bahkan, untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa cinta hanyalah sebuah ilmu tidak bisa mengerti. Tapi jangan khawatir, kita tetap bisa memahami apa itu cinta. Berikut ini adalah 4 teori cinta yang menjelaskan perbedaan antara cinta, suka (menyukai) dan ikatan emosional, mari kita simak;
Cinta

1. Suka Vs Cinta

Psikolog Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta yang romantis terdiri dari tiga unsur, yakni : keterikatan (attachment), kepedulian (caring) dan keintiman (intimacy). Keterikatan adalah kebutuhan untuk menerima perhatian dan kontak fisik dengan orang lain. Kepedulian (caring) adalah kemampuan yang anda miliki untuk menghargai dan memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Sedangkan keintiman (intimacy) mengacu pada kebutuhan untuk berbagi pemikiran, keinginan dan perasaan dengan orang lain.
Skala Rubin tentang CintaBerdasarkan definisi tersebut, Rubin merancang skala tentang menyukai dan mencintai (Rubin’s Scales of Liking and Loving). Skala ini mengungkapkan apakah seseorang mencintai atau hanya sebatas menyukai. Dalam sebuah studi, Rubin meminta sejumlah responden untuk mengisi skala, berdasarkan bagaimana perasaan mereka kepada pasangan dan teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan terhadap teman memiliki skor tinggi pada skala menyukai dan perasaan terhadap pasangan memiliki nilai tinggi pada skala mencintai.
Cinta bukanlah konsep yang konkret dan karena itu sulit untuk diukur. Namun, Rubin’s Scales of Liking and Loving menawarkan cara untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks.

2. Kasih Sayang Vs Gairah

Menurut profesor psikologi Universitas Hawaii, Elaine Hatfield, ada dua tipe dasar cinta, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah cinta (passionate love). Cinta kasih sayang ditandai dengan adanya saling keterikatan, saling menghormati, menghargai, kepedulian dan kepercayaan. Kasih sayang biasanya tumbuh berkembang dari perasaan saling pengertian dan rasa saling menghargai satu sama lain.
Cinta?Sedangkan cinta yang dilandasi gairah (passionate love) ditandai dengan emosi yang intens, daya tarik seksual, kecemasan dan afeksi. Ketika cinta terbalaskan (reciprocated love), orang merasa gembira dan bahagia. Namun jika cinta tak terbalaskan (unreciprocated love), akan menyebabkan perasaan sedih, berkecil hati dan bahkan putus asa.
Hatfield menunjukkan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah fana, karena dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Seperti anda merasa bergairah jika berada di depan seorang wanita cantik atau lelaki keren. Menurut Hatfield, idealnya, cinta adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan gairah itu sendiri. Sehingga hubungan antara pasangan akan bertahan lama dan terhindar dari masalah selingkuh maupun perceraian.

3. Teori Roda Warna tentang Cinta

Pada tahun 1973, John Lee dalam buku klassik-nya The Colors of Love, menganalogikan tipe cinta dengan teori tentang roda/lingkaran warna (color wheel/color circle), yakni sebuah ilustrasi abstrak tentang keterkaitan antara warna-warna primer, warna sekunder dan warna komplementer (lihat penjelasan color wheel disini).
Color WheelSama seperti ada tiga warna utama, Lee menjelaskan bahwa ada tiga tipe utama dari cinta, yaitu adalah Eros, Ludos dan Storge. Eros adalah perasaan cinta kepada seseorang yang dianggap paling ideal. Ludos menganggap cinta sebagai sebuah permainan, sedangkan storge menganggap cinta sebatas persahabatan.
Sama halnya dengan analogi color wheel, cinta juga merupakan kombinasi antara Eros, Ludos dan Storge. Kombinasi tersebut antara lain;
  1. Mania (Eros + Ludos) = Cinta yang obsesif (Obsessive love);
  2. Pragma (Ludos + Storge) = Cinta yang realistis dan praktis (practical love);
  3. Agape (Eros + Storge) = Cinta tanpa pamrih (Selfless love)

4. Teori Segitiga tentang Cinta

Cinta segitiga yang dimaksud disini bukan yang sering kita dengar; adanya pihak ketiga dalam sebuah hubungan. Melainkan tiga komponen cinta (triangular theory of love) menurut Robert Sternberg. Sternberg menjelaskan bahwa ada tiga komponen cinta, yaitu : keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment).
  1. Keintiman – Yang meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.
  2. Passion – Yang meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.
  3. Komitmen – Yakni keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.
triangular theory of love
Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda?
Ada beberapa teori-teori cinta yang belum admin lampirkan. namun beberapa teori cinta diatas paling tidak bisa menjelaskan tentang cinta yang selama ini dianggap barang “abstrak”.


Rujukan :
  • Rubin, Zick. 1970. Measurement of romantic love. Journal of Personality and Social Psychology
  • Hatfield, E., & Rapson, R. (2005). Love and sex: Cross-cultural perspectives. Needham Heights, MA: Allyn & Bacon.
  • Lee JA (1973). Colours of love: an exploration of the ways of loving. Toronto: New Press
  • Robert J. Sternberg, “Triangulating Love”, in T. J. Oord ed. The Altruism Reader (2007)

Rabu, 12 September 2012

Apa Ruginya Memaafkan?



Jika pertanyaan itu diajukan kepada mereka yang telah berhasil memaafkan, pasti jawabannya sudah jelas. "Tidak Ada!" Tapi, bagi mereka yang belum memaafkan, cobalah melihat kembali apakah bertahan dengan sikap seperti itu memang tepat.

* Dengan tidak memaafkan, Anda mungkin berharap bahwa orang yang menyakiti hati Anda itu sama menderitanya dengan Anda. Mungkin Anda berharap bahwa tak adanya maaf akan membuatnya tersiksa. Yang terjadi justru sebaliknya, Anda sendiri yang lebih sakit hati karena makin tersiksa oleh memori buruk yang terus Anda pelihara.

* Mungkin Anda berharap, dengan tidak mendapatkan maaf, maka orang tersebut tidak akan pernah menemukan kedamaian dalam hidupnya. Mungkin Anda lupa bahwa hidup orang tersebut tidak bergantung pada Anda, melainkan pada dirinya sendiri.

Jadi, mendapatkan maaf dari Anda atau tidak, sebetulnya tidak berpengaruh apa pun terhadapnya. Anda sudah ge-er merasa bisa menentukan kehidupan orang lain.

* Jika Anda tidak memaafkan, apakah hidup orang yang menyakiti hati Anda itu menjadi lebih sengsara dan menderita? Mungkin hidupnya malah jauh lebih bahagia daripada Anda, dan dia sudah menganggap selesai semua masalah dengan Anda.

Jadi, siapa sebetulnya merugi? Tentu saja Anda sendiri. Maksud hati biar untung sekaligus membuat buntung, malah rugi dan buntung sendiri.

* Sebetulnya, apa untungnya bagi Anda jika terus menyimpan dan memelihara kenangan buruk dan sakit hati itu? Bisa merasa puas? Betulkah Anda sudah puas? Lantas, mengapa masih menyimpan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, dan sejenisnya itu?

* Anda mungkin begitu membenci orang yang telah menyakiti hati secara luar biasa itu. Karenanya sulit sekali Anda memberinya maaf. Jika membenci, mestinya dilepaskan. Tapi, mengapa Anda justru menyimpan memori tentang orang tersebut sedemikian kuatnya?

Mungkin Anda lupa, tidak memberi maaf berarti Anda terus menerus mengikatkan diri kepada orang tersebut, dengan segala memori buruk dan emosi negatif yang menyertainya. Jadi, siapa yang rugi? Anda sendiri.

* Mungkin Anda berpikir bahwa memberi maaf akan merugikan diri Anda? Gengsi Anda jatuh? Harga diri terlecehkan? Betulkah harga diri dan gengsi letaknya di situ? Mungkin Anda lupa, dengan memberi maaf itu sebetulnya justru Anda perlukan untuk terciptanya relasi yang baik dengan diri sendiri. Anda bisa berdamai dengan diri sendiri.

* Tak tahukah Anda, dengan atau tanpa minta maaf, maka yang terpengaruh adalah diri Anda sendiri? Orang itu tidak memerlukan maaf dari Anda karena dia bisa memaafkan dirinya sendiri, dan melanjutkan hidupnya. Jadi, mengapa Anda bertahan dengan hidup dalam gelimang sakit hati?

Memaafkan itu melepaskan Anda dari penderitaan. Jadi, siapa yang diuntungkan jika Anda bisa memaafkan?

Membaca Pikiran Seseorang Melalui Kaki



Banyak cara agar kita bisa membaca pikiran atau membaca fakta dari pembicaraan seseorang tersebut. Jika ingin tahu apakah seseorang sedang gugup, berbohong atau menyukai lawan jenisnya, bacalalah lewat kakinya.

Dulu pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa kontak mata bisa membawa sebuah pesan pada orang lain, tapi kini tak hanya mata, tapi juga kaki. Melalui kaki, pikiran dan perasaan seseorang bisa diketahui.

"Melalui kaki, kepribadian seseorang bisa terlihat. Kaki bisa mengatakan apa yang sedang dibicarakan dan dirasakan seseorang," ujar Geoffrey Beattie, psikolog dari Manchester University seperti duktip dari Glamour, Senin (7/12/2009).

Menurut Beattie, kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Apa saja contohnya?

"Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik pada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang," jelas Beattle.

Sementara itu, orang yang sedang berbohong cenderung membuat postur kaki yang tidak biasa untuk mengalihkan dan mengganggu pembicaraan dengan lawan jenisnya. Sedangkan orang arogan umumnya memiliki kaki yang kaku dan tetap pada tempatnya berdiri.



Untuk mengetahui orang yang sedang gugup, perhatikanlah gerakan kakinya. Jika kakinya banyak melakukan gerakan artinya ia sedang gugup. Jadi lain kali jika Anda sedang berbicara dengan seseorang, jangan lupa untuk perhatikan kakinya.
 

M-Kolom Tutorial | All Tutorial Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger